Potensi pencemaran lingkungan akibata pengolahan emas menggunakan proses Sianidasi dengan Metode Carbon In Pulp (CIP)

Tidak pernah terduga sebelumnya Kota Mataram yang jauh dari daerah tambang ternyata ditemukan berbagai bentuk pengolahan emas didalamnya. Mulai dari pengolahan emas yang menggunakan mesin gelondong berukuran kecil, menggunakan tong krucut yang berukuran besar, maupun pengolahan emas yang berupa pemurnian dengan proses pembakaran. Semua kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang memiliki dampak pencemaran yang besar terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan ini, saya akan coba membahas tentang potensi pencemaran yang diakibatkan oleh proses pengolahan emas yang menggunakan tong krucut yang selanjutnya ternyata merupakan pengolahan emas menggunakan Sianidasi dengan metode Carbin In Pulp (CIP). Mengapa saya mengangkat masalah ini?? Karena, ternyata di Kota Mataram beberapa kali saya temukan terjadi pengaduan masyarakat akibat pencemaran oleh kegiatan tersebut. Dampak yang pernah terjadi di Kota Mataram akibat kegiatan tersebut adalah terjadi kematian massal terhadap ikan dan fauna lain di sungai, begitu juga pada kolam ikan masyarakat.

Pengolahan Emas Dengan Sianidasi (CN)
Pengolahan emas dengan Sianidasi merupakan metode ekstraksi emas yang dilakukan dengan menggunakan senyawa Sianida (CN) untuk mengikat emas. Metode ini telah digunakan oleh perusahaan tambang besar dunia yaitu dengan memanfaatkan sianida dalam mengekstrak emas dari padatan lewat leaching. Leaching adalah proses dimana emas diekstraksi dari bijih lewat sianidasi. Proses leaching dengan menggunakan sianida ini memiliki persen perolehan emas lebih besar dibandingkan proses pengambilan emas dengan menggunakan merkuri. Karena tingginya persen perolehan emas dengan menggunakan sianida yaitu hampir mencapai 99%, menyebabkan banyak penambang rakyat mulai beralih ke metode ini. Bahkan ada penambang rakyat yang menggunakan sianida untuk mengolah material sisa penambangan emas (tailing) dengan merkuri yang dikenal dengan metode Carbon In Pulp (CIP). Pada dasarnya metode CIP dikembangkan dengan melihat kemampuan karbon aktif yang mampu mengikat partikel emas yang bersenyawa kompleks dengan sianida. Konsentrasi sianida yang ditambahkan ke dalam proses leaching sangat berpengaruh pada perolehan emas yang didapatkan, karena sianida akan bersenyawa kompleks dengan emas.

Pengolahan emas dengan Sianidasi (CN) di Kota Mataram
Beberapa kasus yang ditemukan di Kota Mataram, pengolahan emas yang dilakukan dengan metode ini dilakukan dengan mengolah limbah (tailing) dari pengolahan emas menggunakan merkuri (amalgamasi), karakter limbah tersebut masih berbentuk lumpur halus yang masih basah (slury). Limbah tersebut dibeli dari penggelondong emas yang beroperasi di wilayah tambang daerah Sekotong dan Sumbawa. Tahapan dalam melaksanakan metode ini tergambar dalam skema berikut ini.

Mengolah emas dengan metode CIP didasarkan kenyataaan bahwa emas dapat membentuk senyawa kompleks dengan sianida. Proses tahap awalnya, emas yang masih berupa ore ( bijih ) ditambang pada suatu lokasi penambangan. Ore tersebut selanjutnya dihancurkan hingga halus kemudian dicampur dengan air ( disebut pulp). Pulp lalu dimasukan ke dalam tangki agitator (tangki berbentuk kerucut), dan ditambahkan sianida ke dalamnya. Sianida inilah yang akan membentuk senyawa kompleks emas-sianida yang nantinya akan diserap oleh karbon aktif. Karbon aktif yang dipergunakan dapat berasal dari arang batok kelapa, maupun arang kayu atau batu bara. Yang paling banyak dipakai adalah karbon aktif granular dari arang batok kelapa. Untuk kualitas baik, setiap kg karbon aktif memiliki daya adsorbsi emas hingga 8 – 16 g, namun kualitas karbon aktif yang tersedia dipasaran rata-rata hanya mampu mengadsorpsi berkisar 2 – 5 g emas untuk setiap kg-nya.
Proses selanjutnya dilakukan pemisahan emas dari karbon yang dapat dilakukan dengan cara pembakaran. Pembakaran tersebut melalui 2 tahapan sebagai berikut:
1. Pembakaran Karbon, karbon yang telah melewati proses leaching kemudian dimasukkan ke dalam sebuah tangki pembakaran, selanjutnya karbon dibakar hingga berubah seperti abu.
2. Pembakaran Abu, karbon yang telah menjadi abu ditambahkan dengan boraks dan dimasukkan ke dalam wadah yang disebut gerabah (kana) tertutup kemudian dibakar. Api ditembakkan secara menerus ke dalamnya sampai terbentuk cairan seperti lava. Pembakaran abu ini dilakukan sampai cairan tersebut terlihat mendidih. Setelah itu ‘gerabah” didinginkan dengan cara dicelupkan kedalam air sampai menjadi dingin, kemudian kana yang telah dingin dipecahkan untuk mendapatkan sebuah lempengan emas.

Potensi pencemaran yang dapat ditimbulkan
Proses pengolahan emas menggunakan Sianidasi menghasilkan beberapa jenis limbah yang berbahaya terhadap lingkungan, adapun jenis-jenis limbah tersebut adalah:
1. Limbah tailing, berupa lumpur yang masih mengandung beberapa senyawa kimia berbahaya diantaranya adalah Sianida, Merkury, Potasium dan beberapa jenis limbah lainnya. Limbah ini ketika dibuang ke lingkungan maka akan berdampak besar terhadap kelangsungan makhluk hidup dan kelestarain lingkungan.
2. Limbah cair, juga tidak menutup kemungkinan masaih terkandung didalamnya berbagai jenis senyawa beracun dan berbahaya sebagaimana yang terdapat pada limbah lumpurnya.
3. Pada proses pembakaran emas/pemurniannya, senyawa mercury maupun Cianida akan berubah menjadi gas yang dapat terhirup oleh setiap orang. Dan tentunya ini sangat membahayakan bagi kesehatan, karna dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit.

About these ads

Tentang Salikin

Saya adalah seorang yang ingin berbagi kebaikan dalam hidup ini.

Posted on Juli 26, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: